Feeds:
Posts
Comments

Jejak-jejak Salib

Aku mencari salib
Namun tak kutemukan pada palang licin berpolitur
Terhias indah di gedung gereja

Aku mencari salib
Namun tak kutemukan pada liontin cantik bersalut emas
Melingkar manis di leher jenjang

Aku mencari salib
Namun tak kutemukan pada ukiran granit dingin
Menancap yakin di atas pusara

Kutelusuri jejak salib
Yang berpendar di lorong-lorong terkelam
Berdentang di tempat-tempat sunyi ungkapan kasih

Bodoh, miskin, penyakitan
Tidak santun, tidak ramah, tidak aman
Tuhan, tempat ini menakutkan!

Angkuh, manis, menikam dari belakang
Tidak peduli, tidak simpati apalagi empati
Tuhan, tempat ini mengerikan!

Dan Ia pun berbisik:
Tenang saja, anak-Ku
Aku mendahuluimu memenangkan semuanya
Terima saja salib kecilmu itu
Dan menanglah bersama-Ku!

 

Ge’

akhir 2008

(taken from Via Dolorosa)

Perjalanan

Ini adalah kisah tentang tiga orang pemuda yang hendak melakukan perjalanan. Perjalanan ini bukanlah sembarang perjalanan, Seseorang yang sangat istimewa menanti mereka diujung perjalanan. Ketiga pemuda ini tentu saja memiliki keahlian teknis masing-masing, dan untuk sampai pada tujuan yang diharapkan kepada mereka telah disiapkan bekal makanan. Lagi-lagi bekal makanannya pun bukan makanan sembarangan, tetapi makanan rohani.

Pemuda pertama, mengambil bekal makanan rohani tersebut. Ia begitu menikmatinya, sangat menikmatinya, sampai-sampai ia kekenyangan rohani dan tidak kuat melakukan perjalanan. Tentu saja, ia tidak pernah sampai pada Seseorang yang menantinya diujung perjalanan.

Pemuda ke-dua, ia begitu bersemangat dan antusias melakukan perjalanan sampai-sampai ia lupa mengambil bekal makanan rohani yang telah disiapkan. Ia pikir ia kuat, tetapi ternyata ditengah perjalanan ia kelelahan dan tidak pernah sampai pada tujuannya dan tidak dapat menemui Seseorang yang menantinya tersebut.

Pemuda ke-tiga, mengambil bekal makanan rohani, ia mengunyah bekal tersebut dengan baik dan kekuatan yang ia peroleh ia gunakan untuk melakukan perjalanan. Perjalanan itu memang tidak mudah, kadang ia menangis, kadang ia kelelahan, kadang ia juga begitu bersemangat dan dalam apapun kondisi yang ia alami, makanan rohani yang ia bawa menjadi penguat dalam perjalanannya. Iapun akhirnya sampai dan Seseorang yang istimewa itu bagitu bahagia menyambutnya sebagai pemenang.

Perjalanan ketiga pemuda ini tak ubahnya perjalanan pelayanan anak-anak muda di gereja.

Terkadang kita adalah pemuda pertama, kita begitu menyukai segala hal yang berbau rohani, kita dikenal sebagai orang-orang yang alim, tetapi pada saat yang bersamaan kita memisahkan diri dari realita. Kita sibuk memperhatikan diri sendiri dan kekristenan kita, namun tidak pernah bergerak menjangkau orang lain dan mengaplikasikan apa yang kita terima kepada orang lain. Kita kekenyangan rohani sampai tidak pernah memulai suatu perjalanan menuju Dia, dan walaupun kita berpikir bahwa kita begitu mengenal Tuhan namun sesungguhnya kita tidak pernah sampai kepada-Nya.

Terkadang kita seperti pemuda ke-dua, kita begitu bersemangat dalam setiap aktivitas pelayanan, bahkan gereja seperti kantor ke-dua kita. Namun kita begitu sibuknya sampai kita lupa bahwa kita membutuhkan asupan makanan rohani. Kita kelelahan di tengah perjalanan, merasa sendirian dan terlupakan. Kita bahkan lupa tujuan kita yang sebenarnya dan tidak tahu harus kemana. Kita merasa sangat lelah tetapi tidak pernah sampai. Dan diujung sana, Tuhan bersedih, karena Ia tidak pernah merancangmu untuk mati kelelahan tanpa diri-Nya dinyatakan dalammu.

Terkadang namun jarang, kita bisa menjadi seperti pemuda ketiga. Kita menerima asupan makanan rohani, mengunyahnya dengan baik dan menjadikannya kekuatan untuk melangkah dalam pelayanan yang Tuhan sudah percayakan kepada kita. Kecintaan kita pada Firman-Nya sekuat dorongan untuk menyatakan sukacita itu pada sebanyak mungkin jiwa yang dahaga akan kasih-Nya. Perjalanan pelayanan itu tentulah bukan perjalanan yang mudah. Disana kita menangis, kita berjerih lelah, kita juga menikmati masa-masa tawa dan dalam apapun kondisi kita, asupan makanan rohani menguatkan langkah kita sedikit demi sedikit menuju garis akhir. Kita diyakinkan bahwa Seseorang yang meminta kita melakukan perjalanan ini yakin bahwa kita sanggup menyelesaikan sebagaimana Ia telah menyelesaikan perjalanan-Nya. Dan diujung sana, Ia telah menanti kita dengan tangan terentang yang masih berjejas tikaman paku,hendak memeluk dan menyambut kita dengan sukacita yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Seseorang itu adalah Tuhan sendiri.

Siapakah diantara ketiga pemuda ini adalah kita dalam perjalanan pelayanan yang Tuhan sudah percayakan kepada masing-masing kita?

Bayangkanlah akhir perjalanan ketika kita berlari menghampiri pelukan kasih sayang Tuhan, dan yakinlah bahwa setiap tetes air mata dan keringat Anda tidak pernah sia-sia di dalam Kristus.

 

November 2009

Ge’

Tentang Kebanggaan

Kebanggaan seorang Kristen
adalah kerendahan hati menjawab panggilan-Nya
sebagai ungkapan syukur dari hati yang terdalam
Semoga hari ini kita masih diberi kesempatan
memberikan syukur kita

Mencari Natal

Anak-anak mencari daftar hadiah untuk diajukan
Guru sekolah minggu mencari puisi yang menyentuh
Remaja dan pemuda mencari naskah drama yang menarik
Ibu-ibu mencari resep kue yang lezat dan enak
Bapak-bapak mencari ide tempat liburan yang menyenangkan
Para majelis pontang-panting mencari orang untuk menjadi panitia
Semuanya sibuk mencari.. mencari sesuatu yang hebat..
Tetapi IA hanya termanggu
Jika Natal adalah tentang diri-NYA
Kenapa tak ada yang mencari-NYA?


Oktober 2009
Ketika Natal mulai mengintip

Ah.. bahkan Sautè dan Glissè penari Rusia di pentas ternama tak seindah ini. Dengan lengan-lengan panjang coklat kehitaman mereka berdua bergerak seirama,menyatu dengan harmoni hutan yang dipenuhi berbagai jenis dipterocarpaceae. Perpaduan antara kecepatan tempo dan ketepatan irama.

Sang perempuan mengambil nada-nada tinggi dengan hentakan-hentakan yang sensasional. Penuh dan menggemuruh. Sang lelaki mengambil nada-nada panjang, 6 alunan setiap 3 detiknya. Penuh atensi dan rasa percaya diri yang tinggi. Kemudian keduanya mengakhiri dengan alunan yang semakin cepat dan bergetar. Desau daun dan bunga yang perlahan dibangunkan.. sebuah applause untuk kehidupan. Pagi baru disambut dengan getaran cinta.

Di suatu sudut yang lain,
Satu lelaki menyenandungkan lagu dalam nada yang panjang
Lirih dan tak bersambut. Itu tandanya ia merindu pada pasangan jiwanya. Dimana dia, kepada siapa lagu kan berpadu? Dimana dia, jiwa yang sepi kan menemukan tempat labuhannya? Tak didengarkannyakah nyanyian dari hati yang sunyi. Sunyinya rindu. Rindu yang sunyi.

Mungkin itu hanyalah kilasan perilaku vokalisasi Hylobates mulleri di alam. Owa kalimantan ini hidup monogamous dan masa hidupnya dapat mencapai 47 tahun. Bernyanyi adalah cara mereka merayakan hidup.
Hidup bersama ataupun hidup sendiri. Rasa syukur pada Sang Pemilik Hidup.

Wahai manusia… masih bisakah engkau merasa?
Wahai manusia… apa jadinya bila kau tak punya rasa?

Juli 2007

Tuhan pasti iseng atau lagi kurang kerjaan
Tapi sungguh Ia membuatku berkaca-kaca menyaksikan karya-Nya
Semua lekuk, semua keindahan, semua ketakjuban
Bagaimana mungkin Ia sempat memikirkan semuanya itu
Hingga aku tak dapat berkata-kata
Ia menunjukkan betapa Ia serius mendandani seluruh ciptaan
Betapa Ia mencintai yang Ia buat
Membuatku merasa begitu kecil ditengah kebesaran-Nya
Dan tak lagi ingin aku merusak alam-Nya dengan pintarku yang dungu


Juni 2009
Lebih dekat menyaksikan NTT

Karena bekerja adalah beribadah dan dalam beribadah kita mengerjakan yang terbaik dari diri kita untuk memuliakan Tuhan.

Jangan salahkan hati bila merasa sedih
Mungkin kau tidak sedang meragukan Tuhan
Kau hanya terlalu percaya kepada-Nya
Dan bertanya kenapa Ia tak segera menolongmu

Jangan salahkan Tuhan bila kau rasa tak ada
Mungkin kau hanya tak sanggup menjangkau-Nya dengan pikirmu
Ia terlalu besar untuk kau yang terlalu kecil
Dan hadir-Nya yang selalu, tak mampu kau maknai

Jangan salahkan airmata bila mengalir di pipi
Mungkin demikianlah cara Tuhan membentukmu
Bukan karena Ia tak rindu akan senyum yang menghias wajahmu
Ia hanya terlalu menyayangimu


Jakarta, Mei 2009
‘karena ku tahu siapa yang pegang masa lalu, kini dan nanti’

Grow Old with Jesus

Kamis, 9 April 2009.
Hari ini warga negara Indonesia merayakan pesta demokrasi dengan melakukan pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat. Aku juga menggunakan hak pilihku, bukan sekadar ingin menjadi warga negara yang baik tetapi karena aku pun harus berpartisipasi mengusahakan kesejahteraan negeri dimana Tuhan ijinkan aku ada.

Hari ini, umat Kristiani menghayati malam passion atau Kamis Putih dalam rangkaian Pekan Suci Paska 2009. Aku juga ada di sana, dalam senyapku memaknai pergumulan demi pergumulan yang Tuhan ijinkan aku alami. Aku ingin berbisik pada Tuhan, “Ini aku! Aku ada di sini!”, tapi rasanya aku malu. Apakah hadirku bisa mengisi ruang hati Tuhan di Getsemani ini? Tuhan itu kadang terasa begitu dekat, tetapi kadang begitu jauh. Bila pun Ia dekat, aku hanya berani menatap-Nya dari jauh.. karena sungguh pun demikian, hatiku bahagia karena ku tahu Ia ada.

Hari ini, ulangtahunku. Rasanya sulit menggambarkan berbagai hal yang berkecamuk di ruang hati ini. Aku sendiri takut untuk meniliknya satu per satu, takut menyadari betapa terpuruknya aku di tahun-tahun belakangan ini. Berbagai mimpi dan harapan sudah kurelakan untuk tak mewujud, mungkin itu bagian dari penyangkalan diri, sekalipun sungguh berat kurasa. Namun bila tahun ini boleh Tuhan beri untuk kutapaki, yang dapat kulakukan hanyalah bersyukur karena ku tahu tanpa Tuhan tak mungkin aku sampai di sini.

Hari ini, aku berusaha jujur pada Tuhan. Aku tak mampu menyenangkan hati-Nya. Setiap kali aku berusaha dan gagal, aku merasa hancur. Tetapi sekalipun aku harus berkali-kali hancur, aku mau terus berusaha untuk memberi yang terbaik dariku untuk Tuhan. Karena aku tahu, Tuhanku tidak akan menolak aku. Karena aku tahu, mencintai-Nya adalah hal terindah dalam hidupku. Seberat apapun kehidupan yang telah, sedang ataupun akan kujalani, akan kujalani bersama Tuhanku.

When am not here

Bila aku tak lagi disini
Maukah kau kumpulkan setiap noktah
Jadikan kisah tentang bahagiaku
Jalani hidup bersama Tuhanku


Jakarta, 080507
(waktu ku sadar aku melemah)

Older Posts »