Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘puisi natal’

Christmas for a lonely heart

It’s okay to feel so lonely
Coz good angels too busy now on
There’s a party in heaven’s hall
Welcoming home the one they loved

It’s okay to cry out now
On each pieces of your broken heart
God’s keep on eyes and weeps with you
He knows exactly what you feel

It’s okay.. just come to HIM
Told Him all that you wanna say
Immanuel meant He is here
That’s why Christmas still be with you

Merry Christmas


Ge’

Sebuah puisi lamaku berjudul “Heaven Aplaud” yang kuubahkan kembali menjadi PUISI NATAL untuk sahabat-sahabat yang tengah berduka kala Natal kian mendekat. Semoga menjadi berkat.

Read Full Post »

LILIN NATAL

L – Lilin ini kami nyalakan untuk mengingat Ia
I – Ia yang datang menerangi hatiku
L – Lilin ini kami nyalakan untuk mengingat Ia
I – Ia yang datang menerangi hatimu
N – Namanya Yesus, Juruselamatku, Terang dunia

N – Negeri yang diliputi kekelaman, kini bersinar terang baka
A – Allah telah menjelma menjadi manusia, hai dengar beritanya
T – Terang Kristus bersinarlah di hati kami, anak-anak-Mu
A – Allah mengasihi dunia, mengasihi kami pun
L – Lilin ini biarlah selalu menyala, tanda Ia t’lah lahir di hati kami


Ge ‘ 2009

Puisi Natal ini dapat dibacakan secara berantai oleh 10 anak kecil. Masing-masing memegang satu huruf yaitu L – I – L – N – N – A – T – A – L, dan bisa diucapkan sambil menyalakan lilin kecil yang sudah disiapkan sebelumnya.

Read Full Post »

Mencari Natal

Anak-anak mencari daftar hadiah untuk diajukan
Guru sekolah minggu mencari puisi yang menyentuh
Remaja dan pemuda mencari naskah drama yang menarik
Ibu-ibu mencari resep kue yang lezat dan enak
Bapak-bapak mencari ide tempat liburan yang menyenangkan
Para majelis pontang-panting mencari orang untuk menjadi panitia
Semuanya sibuk mencari.. mencari sesuatu yang hebat..
Tetapi IA hanya termanggu
Jika Natal adalah tentang diri-NYA
Kenapa tak ada yang mencari-NYA?


Oktober 2009
Ketika Natal mulai mengintip

Read Full Post »

Tok!! Tok!! Tok!!

Tidak ada tempat bagi-Mu

Semua ruangan telah penuh

Seandainya ada, bukan untuk-Mu

Seandainya pun ada, jangan Kamu!


Tok!! Tok!! Tok!!

Masih tak ada tempat bagi-Mu

Hidupku sesak dengan berbagai urusan

Jika ada sudut kosong di hati, itu bukan untuk-Mu

Seandainya masih ada celah di hati, jangan Kamu!


Tok!! Tok!! Tok!!

Lebih dari 2000 tahun lalu, hingga kini, hingga nanti

Masihkah ini yang kulakukan, Tuhan?

Menolak-Mu lahir di dalam hidupku..

Sementara aku merayakan Natal?

Jakarta, Desember 2006

Read Full Post »

Pemirsa,

Natal tak jadi singgah di Jakarta tahun ini

Jalanan menuju Jakarta belum diratakan dan dipersiapkan

Para pekerjanya disibukkan oleh hal-hal lain yang dianggap lebih penting

Ketika dikonfirmasi kepada Yohanes* yang bertugas menyampaikan informasi ini,

ia menyatakan bahwa hal ini telah disampaikan kepada jajarannya

Ketidaksiapan menyambut Natal memberikan pengaruh yang signifikan

Fungsi indera berkurang untuk mencerna kabar Mahabaik

Karena itulah Natal tak jadi singgah di Jakarta tahun ini

Ini adalah pembatalan yang kesekian ribu kalinya

Tidak ada dampak berarti yang dirasakan penduduk Jakarta

Sehingga aktivitas tetap berjalan seperti biasanya

Demikian berita hari ini

(*lih. Yesaya 40:3; Matius 3:3)

Jakarta, Desember 2008

Read Full Post »

Waktu aku memikirkan tentang Natal

Aku membayangkan..

Orang-orang yang berebutan mencari tempat

untuk diterima di kampung halamannya sendiri

Sepasang insan yang canggung dengan bayi pertama mereka

di tempat yang aneh bin ajaib

Orang majus yang sedikit bingung oleh karena perhitungan intelektual yang hebat

hanya membawa mereka pada sebuah kandang binatang

Gembala-gembala yang untuk sekejab seakan berada di negeri mimpi

Semuanya seperti sebuah event yang dirancang dengan tidak matang..

Euforia yang tak sempurna!

Lalu..

Terlintas pula dibenakku..

Derap kaki kuda dan desingan pedang prajurit Herodes

yang mengiringi ratap tangis keluarga-keluarga yang kehilangan bayi mereka malam itu

serta degup awas keluarga Yusuf yang melarikan diri

pada hari penuh airmata di Betlehem

Apa yang salah, Tuhan…

Mungkinkah kami terlalu terlena

dengan syahdunya lagu Malam Kudus..

Hingga melupakan perjuangan-Mu hadir di dunia ini?

Sungguh…

Tuhan, ampunilah aku..

Yang mencoba memasukkan kesempurnaan-Mu

dalam rongga otakku yang sempit

Malu aku dengan segala reka dan rasa

yang mengukuhkan betapa fana adaku

Melihat pada-Mu yang rela meninggalkan segala kenyamanan

dan bersedia turut dalam gumul juang dunia dengan segala pahit getirnya..

Tak lagi aku meminta lebih!

Tuhan..

Cinta-Mu mengetarkan dan menggentarkan aku!

Sempurna!

Bilakah kudapat membalasnya?

Jakarta, 25 Desember 2007 Pk. 00.30 WIB

Taken from Lilin Kecil (my other blog)

Read Full Post »

PUISI NATAL

Beberapa puisi sederhana ini mungkin bisa menceriakan Natal Anda tahun ini:

Asalkan Yesus bersama kita

Tidak apa-apa Papa

Bila Natal kali ini aku memakai baju yang lama

Aku akan tetap lebih gemerlap daripada pohon terang itu

Karena sukacita berpendar dihatiku


Tidak apa-apa Mama

Sepatuku yang lama masih indah dipandang

Bintang pengharapan menuntunku tetap

Membawaku percaya dengan hati mantap


Tidak ada kue lezat dan kado berpita

Sungguh tidak mengapa Papa Mama tercinta

Asalkan Yesus bersama kita

O alangkah indahnya hidup kita


Selamat Natal, sahabat…

Desember telah tiba

Nuansa hijau, merah dan emas ada di mana-mana

Kidung nan indah pun menyeruak di keramaian

Orang-orang mulai menyibukkan diri dengan ibadah dan pesta

Kue-kue yang lezat dan rencana liburan

Tak lupa kado terindah untuk yang terkasih


Di hari Natal yang bahagia

Di antara gempita menggegap

Ijinkanku menyapamu wahai sahabat

Kau yang kesepian tanpa teman dan keluarga

Kau yang terbaring sakit dan terkulai lemah

Kau yang tersisih di suatu pojok yang gelap

Kau yang bertanya sendiri seperti apakah Natal kali ini

Natal ini masih milikmu


Dalam keriuhan pun dalam kesendirian

Natal datang menghampiri semua orang

Untuk satu alasan: Allah sungguh mengasihi dunia ini

Putra Natal datang untukku juga untukmu

Kamu tidak dilupakan-Nya Natal kali ini

Allah mengasihimu adalah berita indahnya

Selamat Natal, sahabatku..


Kado Natal Istimewa…

Waktu umurku tiga tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi mainan yang bagus

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka


Waktu umurku empat tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi pakaian yang indah

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka


Waktu umurku lima tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi perlengkapan sekolah

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka


Dimanakah kado istimewa itu dapat kutemukan?

Kata papa dan mama bukan mereka yang memberikannya

Kado itu lebih berharga dari semua yang pernah kuterima

Kado itu alasan semua orang merayakan Natal

Allah penuh kasih yang memberikannya

Seorang Juruselamat yang datang untuk menyelamatkanku

Sebuah kado istimewa yang tidak bisa kutemukan

Sampai IA menemukanku


***

all by George Sicillia – 2008

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 114 other followers