Lessons from Grandma

I have two Grandmas (of course :p). One from my Papa’s side, Grandma Catherine or Kate, and others from Mama’s side, Grandma Levina or Mommy Lee. When I was a little girl, i am definitely a very not-sensitive girl. My early life is absolutely perfect. Papa and Mama are great parent. My early life is fulfilled with happiness only, even though my family is not a rich family. But, yes i am happy. I saw everything in black and white, i never understood why people said “troubles”. So, as long as i am happy, i am happy.
Grandma Kate always try to get closer with me and my sister. When she goes to somewhere and got some cookies, she would pack it and bring it for me and my sister. When we hungry, we will waiting for her, but if we are not we doesn’t really care about her. But she did it always. In other hand, she also makes me confuse why she wants to do it continuously. Never give up to get our heart.

Mommy Lee stay with us, so me and me sister close enough with her. But she also makes me wonder. Every time i walk with her, she always touched with people around her. She could suddenly cry to see the poor, or a person that working hard with not much salary. She worries what would happened with his wife, his children, and etc. Why should we spending times thinking of others?

I was a little girl. Know nothing about life.

Now Grandma Kate and Mommy Lee not here anymore. They’re physically was pass away but i know exactly that they live in my heart and in my belief they were rise up in heaven. Years goes by.. know i grew up and become young lady. Life is not absolutely as perfect as i was though. Not also black and white. It seems like no more space for goodness, but in a heart of good people like Grandma Kate and Mommy Lee, there’s a big space for love.

Loving others, caring about them.. need a heart that can see others as an apple in God’s eyes, and a heart that willing to do a simple things continuously and simultaneously. Their life inspiring me much. I learn about this from them.

Bahasa Indonesia

Aku mempunyai dua oma (tentu sajašŸ™‚ ). Satu dari pihak Papa, oma Catherine atau oma Kate, dan satu dari pihak Mama yaitu oma Levina atau Mami Lee. Waktu aku masih kecil, aku pada dasarnya anak perempuan yang tidak sensitif. Masa kecilku sempurna. Papa dan Mama adalah orangtua yang hebat. Walaupun bukan keluarga kaya, tapi keluargaku sangat bahagia. Saya melihat segala sesuatu sebagai hitam dan putih. Saya tidak mengerti bila orang mengatakan “masalah”. Jadi selama saya bahagia, ya saya bahagia.

Oma Kate selalu berusaha dekat denganku dan adikku. Jika ia pergi ke suatu tempat dan mendapatkan kue-kue, ia tidak memakannya melainkan membungkusnya untuk kami.Ā  Jika kami lapar, kami menyambutnya, jika tidak kami tidak begitu menghiraukannya. Tetapi ia setia melakukannya terus. Kadang aku bingung kenapa ia mau melakukan semua itu secara terus menerus. Tidak pernah menyerah mendapatkan hatiku.

Mami Lee tinggal bersama kami. Aku dan adikku cukup dekat dengannya. Tetapi ia juga membuatku heran. Ia bisa tiba-tiba saja menangis melihat orang-orang miskin atau orang yang bekerja keras dengan penghasilan tidak seberapa. Ia kuatir apa yang terjadi pada istri orang itu atau anak-anaknya. Untuk apa kita menghabiskan waktu memikirkan orang lain?

Waktu itu aku seorang gadis kecil. Tidak tahu apa-apa tentang hidup.

Sekarang Oma Kate dan Mami Lee tidak lagi disini. Secara fisik mereka telah tiada, tetapi mereka hidup dalam hatiku dan dalam percayaku mereka pergi ke surga. Tahun-tahun berlalu.. aku bertumbuh menjadi perempuan muda. Hidup tidak sesempurna dalam pikiranku. Tidak juga hitam putih. Sepertinya tidak ada lagi tempat untuk kebaikan, kecuali dalam hati orang-orang seperti Oma Kate dan Mami Lee, selalu ada tempat yang luas untuk kasih.

Mengasihi orang lain, mempedulikan mereka… memerlukan hati yang melihat orang-orang tersebut seperti Allah melihat mereka, dan hati yang mau melakukan kasih yang sederhana secara terus-menerus dan berkelanjutan. Aku belajar hal ini dari oma-omaku itu. Hidup mereka telah menginspirasi hidupku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s