Sweet as martabak

I like to observe life around me. Sometimes it touches me with tremendous feelings. The keyword is see with heart, listen with heart, all with heart. Do you know martabak manis? in my hometown, it is called kue terang bulan. It is pedestrian food. Round like pizza but thicker. I like cheese-milk taste. You can also find mix of chocolate and nuts or ketan hitam flavour. Hmm.. yummy! Now, i want to tell you about martabak manis sales near my residence. He is a man somewhere between 40 – 50 years of age. Unlike Pizza Hut sales promotion, he is not trained to serve and to anchor the customer. Sometimes i saw him sit in upset. No customer. He was keripik sinkong (cassava chips) sales, but his keripik singkong almost never sold out. Now he tries martabak manis.

One rainy day, i came to him to buy martabak manis. He was so happy to get me as his first customer. Hmm.. his martabak manis quite delicious and cheap. I got extra cheese too. But the very touchy thing is to see his smile. That’s the real smile, the real happiness, the real grateful expression that you could never ever train to other people coz it only appears if you feel exactly like that. Authentic feeling.

You know dear. Sometimes people work so hard but they don’t get as much as the effort. Sometimes people are really fighting to come out from the poverty but never as easy as wise man said. To keep on struggling is the only best thing and for me, i really admire those kind of people. That’s why, in my humility, i want to ask all of you to set an environment that gives a space and support people like i mentioned above. Not only to make them happier but also to cheer up your life.

Now then, the martabak manis sales is starting to get more and more customer and i see his smile more often. I am glad for him. I, now, also prefer buying martabak manis to pizza or burger. For some reasons. I am Indonesian and love indonesian product, it is cheap and, not to mention, delicious. I got extra cheese and cheeesssseeee.. (read like a photo session’s order hehe..)

Open your heart.. share a place with others for just a little happiness. Believe me, your happiness would not be less than before when you share it. God bless you, dear😀

Bahasa Indonesia

Aku suka memperhatikan kehidupan di sekitarku. Terkadang ada hal-hal yang menyentuh perasaanku dengan hebat. Kuncinya adalah melihat dengan hati, mendengar dengan hati, semua dengan hati. Kamu tahu martabak manis? di kota asalku kami menyebutnya kue terang bulan. Biasa dijajakan di gerobak pinggir jalan. Bundar seperti pizza tetapi lebih tebal. Aku suka rasa susu-keju. Kamu juga bisa mencoba variasi rasa cokelat, kacang dan ketan hitam. Hmm.. nyami! Nah, aku ingin menceritakan tentang penjual martabak manis dekat kediamanku. Ia adalah lelaki berumur sekitar 40-50 tahun. Tidak seperti pramuniaga Pizza Hut, bapak ini tentu saja tidak mendapat pelatihan cara memperlakukan pelanggan dengan baik. Terkadang aku melihat dia duduk murung. Tidak ada pembeli. Sebelumnya ia telah mencoba berjualan keripik singkong, tapi kurang laris. Makanya sekarang ia mencoba martabak manis.

Pada suatu hari berhujan. Aku menghampiri untuk membeli martabak manis-nya. Ia sangat gembira mendapati pembeli pertamanya. Hmm.. martabak manisnya lumayan enak dan murah. Dapat tambahan keju pula. Tetapi satu hal yang menyentuhku adalah melihat senyumnya. Senyum yang benar-benar senyum, kegembiraan yang nyata, perasaan bersyukur yang tampak jelas dimana kamu tidak bisa mengajarkan siapapun melakukannya kecuali bila berasal dari hati yang mengalami.

Kamu tahu, teman. Terkadang orang berusaha sedemikian keras dan mendapatkan hasil yang tidak sebanding dengan usahanya itu. Terkadang ia berjuang untuk lepas dari cengkeraman kemiskinan tetapi tak semudah yang dikatakan para bijak. Untuk tetap dalam gumul juang adalah hal terbaik untuk dilakukan dan aku pribadi sangat menghargai orang-orang seperti ini. Oleh karenanya dengan kerendahan hati, aku berharap agar kita semua dapat menciptakan suatu lingkungan yang memberi ruang dan dukungan bagi mereka. Bukan sekedar menyenangkan mereka tetapi juga memberi semangat bagi hidup kita juga.

Sekarang Bapak penjual martabak manis sudah punya lebih banyak pembeli dan aku lebih sering melihat ia tersenyum. Aku juga sekarang lebih memilih membeli martabak manis daripada pizza atau burger. Untuk beberapa alasan. Karena aku orang Indonesia dan cinta buatan Indonesia, karena nyami dan murah dan enak, dan karena aku dapat tambahan keju dan cheeesssseeeee… (cheese-nya diucapkan seperti sessi pemotretan hehe)

Buka hatimu.. dan berbagilah ruang dengan sesama untuk sedikit kebahagiaan. Percaya padaku, kebahagiaanmu tidak akan berkurang dari sebelumnya. Tuhan memberkatimu, teman..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s