Seruan untuk Gereja!

Ini adalah seruanku untuk gereja-gereja di bumi pertiwi, entah itu adalah gereja dalam pengertian orang per orang ataupun sebagai organisasi. Sebagaimana yang dikatakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, beberapa waktu yang lalu, negara kita dan sejumlah negara lainnya sedang berada dalam situasi yang sangat sulit. Bahan Bakar Minyak (BBM) pun naik, disusul oleh harga-harga lainnya. Beberapa di antara kita mungkin masih banyak yang baik-baik saja, tetapi disekeliling kita kondisi ini terasa semakin mencekik.

Maka dengan segala kerendahan hati, saya ingin mengajak kita semua untuk lebih melaksanakan tri-panggilan gereja dalam kehidupan nyata.

KOINONIA – PERSEKUTUAN

Dalam kondisi yang, sekali lagi, sangat sulit ini.. maka banyak hal perlu kita hadapi secara bersama-sama dengan memperat persekutuan. Walaupun rasa-rasanya agak sulit secara langsung menerapkan pola hidup jemaat mula-mula, tetapi hal ini dapat kita mulai dengan tidak mempertahankan kepemilikan kita ketika disekitar kita orang-orang mulai kehilangan alasan untuk hidup. Dalam persekutuan pun seharusnyalah banyak beban dapat dipikul bersama-sama. Jadi, ini bukan saatnya untuk egois, ini saatnya untuk saling merangkul dan bersama-sama mempertanggungjawabkan kehidupan yang telah dipercayakan kepada kita dalam takut akan Allah.

DIAKONIA – PELAYANAN

Dalam keadaan yang sulit, secara manusiawi maka kecenderungan kita adalah menyelamatkan diri sendiri. Namun panggilan gereja yaitu DIAKONIA tidak demikian, kita diajak untuk mengucap syukur dalam segala hal dan dalam wujud syukur itu maka kita dimampukan untuk terbuka mata hatinya melihat ‘sesama’ kita sebagai saudara-saudara yang juga dapat dijangkau oleh kasih Allah melalui kehadiran kita dalam penderitaan mereka. Tanyakanlah pada dirimu, siapa yang dapat saya tolong hari ini? Saya yakin bahwa ada banyak sekali orang yang memerlukan Anda. Tidak selalu dalam wujud materi, kehadiranmu dan kesediaanmu berada bersama mereka adalah hal yang sangat besar.

MARTURIA – KESAKSIAN

Saya melihat berbagai aksi yang dilakukan dengan cara dan akibat yang seharusnya tidak perlu dilakukan bukanlah MARTURIA. Sikap diam dan menutup kuping terhadap teriakan penderitaan juga bukan MARTURIA. Memilih membahayakan atau bahkan mengakhiri hidup sendiri ataupun hidup orang lain karena himpitan ekonomi juga bukan MARTURIA. Pola hidup mewah ditengah bangsa yang tengah menderita bukan MARTURIA. Dalam menyuarakan, dalam mendengar, dan dalam mempertanggungjawabkan kehidupan, SYALOM atau damai sejahtera Allah harus selalu dihadirkan. Sejarah telah mencatat banyak orang telah mengubah nasib bangsanya dengan cara-cara damai dan anti kekerasan.

Ah, siapakah saya sehingga sedemikian lancang meminta Anda melakukan hal-hal ini? Seandainya semuanya terlalu sulit untukmu, maukah kamu sekedar menyelipkan mereka yang menderita dalam sepenggal doa di antara letihmu menapaki hari…

Tuhan memberkati!

Jakarta, 080526

3 thoughts on “Seruan untuk Gereja!

  1. Hi! lagi baca postingannya…
    tetap jadi berkat G, oh iya bicara tentang Diakonia seharusnya pelayanan gereja itu tidak hanya menjadi “Band Aid” programm,

    saat ini kami sedang mengadakan cross project ministry, interdenominasi

    mohon dukungan untuk Cross Project Ministry donk… http://dcrossproject.wordpress.com, bisa baca lebih lanjut disini

    sekalian kalo boleh nitip banner, buat promo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s