Kebahagiaan seorang Penulis

Apa yang membahagiakan seorang penulis, selain bila tulisannya dibaca oleh orang lain. Dan “Wow!”, itu yang terlintas dalam pikiran saya melihat statistik pengunjung blog ini sejak pertengahan November lalu. Biasanya blog ini paling banyak dikunjungi 15 orang dalam sehari, tetapi sejak November lalu dalam sehari paling sedikit ada 150 hit tetapi kadang bisa di atas 300 hit. Tidak ada yang berubah pada blog ini sebenarnya, tulisan-tulisan yang ada juga masih yang begitu-begitu saja. Bisa jadi karena momen seperti sekarang memang ada kebutuhan tulisan-tulisan tertentu. Saya jadi merasa perlu untuk setidak-tidaknya dua hari sekali mengecek email dan dashboard bila ada komentar yang perlu di-approve atau setidaknya jadi bahan untuk koreksi.  Ya, saya jadi memikirkan apa yang ada dibenak mereka yang membaca tulisan saya.

Tapi itu bukan saya dan blog ini inti tulisan kali ini.. walaupun sebagai penulis blog saya harus mengakui bahwa saya gembira tulisan-tulisan saya dibaca.

Saya berpikir dan mereka-reka apa yang Allah rasakan bila tulisan-Nya, Firman-Nya, juga dibaca begitu banyak orang dengan bersemangat. Jauh lebih bersemangat daripada mereka yang membaca blog ini. Apa yang akan Allah lakukan bila ada kebutuhan yang begitu besar untuk mendengarkan-Nya? Saya merasa yakin, Allah pasti lebih sering menengok ‘blog’nya dan memperhatikan apa yang ada dalam pikiran pembacanya. Allah mungkin saja lebih sering meng-approve atau meng-disapprove ‘komentar’ yang masuk. Ia pasti selalu merespons apa saja yang disampaikan pembaca. Ia mengarahkan wajah-Nya kepada mereka yang rindu akan sabda-Nya.

Memang tak mungkin bagi saya mencerna pikiran Allah. Dia terlalu besar dan saya terlalu kecil. Tapi entah mengapa, saya begitu yakin, bahwa Allah pun rindu statistik-nya meningkat tajam. Allah rindu dihampiri dalam kerinduan dan kebutuhan kita. Sudah saatnya kita berhenti menjadikan Alkitab kita sebagai buku terlaris sepanjang sejarah yang kehilangan dayanya, mari baca lagi.. mari merefleksikan lagi.. mari mendengarkan Allah melalui firman-Nya lagi.

Saya menyebut kerinduan untuk mencari Allah melalui firman-Nya sebagai proses menyenangkan hati Allah. Mumpung Allah masih berkenan untuk kita temui, mari kobarkan lagi semangat cinta membaca firman-Nya.

Saya bahagia tulisan saya dibaca. Tapi saya tidak ingin lebih bahagia dari Allah, jadi saya mendoakan agar siapapun yang sampai di blog saya berkobar hatinya untuk mencintai Firman-Nya lebih dari apapun.

Tuhan memberkati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s