WORK WITH WORDS: Menulis dan Menjadi Berkat

Membuat bernas bibit-bibit penulis muda

dengan latar belakang nilai-nilai kristiani di lingkungan Kajadu

(tujuan WWW – the series)


Pelayanan literatur kristiani untuk pemuda menjadi pergumulan tersendiri bagi banyak gereja, termasuk gereja-gereja di GKI Klasis Jakarta Dua. Banyak buletin gereja yang terbengkalai, sebagaimana yang diakui oleh beberapa pemuda pada sesi sharing di acara pembukaan WWW. Vicky yang mengembangkan buletin gereja di daerah Ps. Minggu mengatakan bahwa buletinnya baru dua kali terbit, itupun dengan susah payah, sementara Nia dari GKI Kebayoran Baru mengatakan bahwa buletin pemudanya juga baru satu kali terbit dan masih bergumul dengan edisi berikutnya. Pergumulan ini dilihat dengan baik oleh pengurus Komisi Pemuda GKI Klasis Kajadu, dan dibidani oleh Benita, Yancen, Nadine, Sisil dan Yudi maka pada tanggal 7-9 Desember 2008 yang lalu, untuk kedua kalinya diadakan pelatihan menulis dengan nama WORK WITH WORDS – the series yang berlangsung di Yakoma PGI, Jakarta Pusat.


Tujuan WORK WITH WORDS – the series (WWW) adalah membuat bernas bibit-bibit penulis muda dengan latar belakang nilai-nilai kristiani di lingkungan Kajadu. WWW kali ini membahas tentang “Menulis di Media Cetak: Penulisan Fiksi dan Non-Fiksi”. Hadir sebagai pembicara Ahmad Taufik (Majalah Tempo, Aliansi Jurnalis Independen), Niken Maria Simarmata (Majalah Bahana), Yosep Adi Prasetyo (Institut Studi Arus Informasi, Komnas HAM), Ayu Utami (Penulis), dan Mula Harahap (IKAPI, Yakoma PGI).


Topik yang dibahas antara lain: Pengenalan Dunia Penulisan di Media Cetak, Menulis sebagai Panggilan, Metodologi Penulisan, dan sharing bila Penulis ketemu Penulis, dan Penulis ketemu Editor.


Selain dibekali dengan teori, para peserta yang terdiri dari pemuda-pemuda dari lingkungan GKI Klasis Jakarta Dua dan beberapa gereja lainnya juga dibekali dengan teknik penulisan dan praktek menulis (baik tema bebas ataupun yang berhubungan langsung dengan WWW). Sontak aula Yakoma, tempat berlangsungnya sesi langsung penuh dengan tempelan tulisan-tulisan peserta juga komentar-komentar terhadap tulisan tersebut.


Ernst, salah satu peserta WWW, menuliskan, “.. yang tidak kalah penting dari teknik penulisan yang disampaikan tersebut, ialah pesan para pembicara yang sudah berpengalaman di bidang ini. Inti pesan tersebut adalah untuk mendorong kita agar terus berusaha menghasilkan karya-karya yang berguna. Apapun rintangan yang menghalangi kita dalam berkarya dapat diatasi karena inspirasi bisa diperoleh dari berbagai tempat, situasi, maupun interaksi dengan orang lain. … Jadi, jangan menyerah dan teruslah menulis”.


Peserta lainya yaitu Dida, juga menulis demikian saat charger laptopnya rusak, “… aku sudah mengamini bahwa Tuhan memberkati aku dengan talenta menulis. Aku sudah dipersenjatai Tuhan untuk bisa mengaktualisasikan dan mengembangkan talentaku. Sejarah penulisan sudah dimulai dari sejak jaman batu. Hanya batu, benda tajam, dan tumbuhan yang menjadi alat. Aku harus bisa menulis dalam kondisi apapun dan dimanapun. Teknologi tidak seharusnya menjadi penghambat dalam menciptakan sebuah tulisan.”


Sementara Rona Pasaribu mengakhiri tulisannya yang berjudul, Sharing is Caring, dengan mengatakan, “Share with your words.. with your article, that might show how much you care for others. Happy sharing everybody!”

Dan untuk bulletin di gerejanya, Meidy Sangkianti menulis, “Gue ga akan ikut acara ini lagi tahun depan kalau ternyata gue cuma buang waktu dan uang. But uhh, I can’t wait for the next WWW. I will join this event. Will you?


Dalam WWW – the series kali ini, para peserta juga mendeklarasikan dirinya sebagai penulis masa depan. Tentu saja jalan yang terbentang di depan mata tidak selamanya tanpa aral. Mari kita doakan agar para pemuda di lingkungan Kajadu bisa mengembangkan talenta penulisannya dengan lebih baik lagi, terutama untuk pelayanan literatur kristiani di gerejanya masing-masing.


Jika talenta penulisan dikembangkan dengan baik dan bernafaskan nilai-nilai kristiani, maka banyak orang dapat terberkati melalui tulisan tersebut. Sebagaimana tujuan WWW – the series yang sudah disebutkan sebelumnya, “Membuat bernas bibit-bibit penulis muda dengan latar belakang nilai-nilai kristiani di lingkungan Kajadu”.


Mari menulis.. mari menjadi berkat..

ditulis untuk Majalah KASUT

GKI Pondok Indah

One thought on “WORK WITH WORDS: Menulis dan Menjadi Berkat

  1. salam damai kristus

    saya baru aja diangkat jadi tim kerja komsos di gereja saya, saya ingin bagaimana cara membuat buletin gereja.
    baik itu teknik awal ama lanjutannya.
    matur nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s