Via Dolorosa

Tidak ada jalan kembali
Golgota menanti di ujung sana
Wangi kematian menyeruakkan pekik membahana
“Salibkan Dia! Salibkan Dia!”

Teringat kebersamaan di meja makan itu
Teringat ciuman manis di taman itu
Teringat penyangkalan di subuh itu
Teringat lambaian palma di gerbang Yerusalem

Tidak ada jalan kembali
Hanya salib menekan berat
Hanya sesah dan hujat menyobek hati
“Salibkan Dia! Salibkan Dia!”

Tertatih-tatih dalam pedih perih
Dalam duka dan luka yang semakin dalam
Lebih pahit dari anggur bercampur empedu itu
Yang coba menyayat sebongkah cinta di hati

Tidak ada jalan kembali
Tetes keringat, darah dan airmata berbaur
Debu menghempas, kaki lunglai terjungkal
“Salibkan Dia! Salibkan Dia”

Sesah tak sisakan jeda ‘tuk sekedar mendesah
Sementara bayang-bayang Kalvari kian nyata
Aroma kematian semakin menyeruak tajam
Golgota bukit tengkorak

Tak ada jalan kembali
Salib yang Kau pikul sudah ditancapkan
“Inilah Raja Orang Yahudi”
“Salibkan Dia! Salibkan Dia!”

Tok!! Tok!! Tok!! Tok!!
Kau dengarkah?
Suara paku menancap di kedua tangan-Nya?
Dan darah segar yang mengucur dari sana?

Tok!! Tok!! Tok!! Tok!!
Kau dengarkah?
Suara paku menancap di kedua kaki-Nya?
Dan darah segar yang mengucur dari sana?

Dan kau dengarkah pinta-Nya?
“Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu
apa yang mereka perbuat!”
Dan kau rasakah cinta-Nya?

Lalu gelap.
Yesus mati.
Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah
Gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah
Kuburan terbuka

Maut tak sanggup menahan kuasa-Nya
Satu penyesalan terucap:
“Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah”

Via Dolorosa
Berhiaskan cerca cela dan amis darah
Di ujungnya menanti kematian
Yang disambut dengan tangan terentang

Via Dolorosa
Ada cinta yang tak terbalas
Darah dan air mengalir dari lambung yang terluka
Cinta mencari dan menemukan jalannya

Via Dolorosa
Karena Yesus yang tersalib disana
Jalan kematian itu diubahkan menjadi jalan kehidupan
Kau pun disambut dengan tangan terentang

Via Dolorosa
Dalam derita-Mu kulihat cinta
Maut Kau kalahkan untukku
Kini aku punya jalan kembali

Paska 2008

5 thoughts on “Via Dolorosa

  1. trima kasih untuk pusisinya!
    paskah kali ini aku mau bawakan dalam paskah tahun ini, … boleh kan?
    Tuhan memberkati mbah

  2. mbak kubuka puisinya…. jd terinspirasi sy tuk membacanya di perayaan paska greja kami…. suprise puisi mbak membuat umat terhenyak dan terdiam, puisi yg hebat….thanks ya mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s