hylobates-mulleri: song of lonelines

Ah.. bahkan Sautè dan Glissè penari Rusia di pentas ternama tak seindah ini. Dengan lengan-lengan panjang coklat kehitaman mereka berdua bergerak seirama,menyatu dengan harmoni hutan yang dipenuhi berbagai jenis dipterocarpaceae. Perpaduan antara kecepatan tempo dan ketepatan irama.

Sang perempuan mengambil nada-nada tinggi dengan hentakan-hentakan yang sensasional. Penuh dan menggemuruh. Sang lelaki mengambil nada-nada panjang, 6 alunan setiap 3 detiknya. Penuh atensi dan rasa percaya diri yang tinggi. Kemudian keduanya mengakhiri dengan alunan yang semakin cepat dan bergetar. Desau daun dan bunga yang perlahan dibangunkan.. sebuah applause untuk kehidupan. Pagi baru disambut dengan getaran cinta.

Di suatu sudut yang lain,
Satu lelaki menyenandungkan lagu dalam nada yang panjang
Lirih dan tak bersambut. Itu tandanya ia merindu pada pasangan jiwanya. Dimana dia, kepada siapa lagu kan berpadu? Dimana dia, jiwa yang sepi kan menemukan tempat labuhannya? Tak didengarkannyakah nyanyian dari hati yang sunyi. Sunyinya rindu. Rindu yang sunyi.

Mungkin itu hanyalah kilasan perilaku vokalisasi Hylobates mulleri di alam. Owa kalimantan ini hidup monogamous dan masa hidupnya dapat mencapai 47 tahun. Bernyanyi adalah cara mereka merayakan hidup.
Hidup bersama ataupun hidup sendiri. Rasa syukur pada Sang Pemilik Hidup.

Wahai manusia… masih bisakah engkau merasa?
Wahai manusia… apa jadinya bila kau tak punya rasa?

Juli 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s