Aku punya waktu untukmu…

Terkadang kita merasa kuatir tentang banyak sekali hal. Hal-hal yang besar, ataupun hal-hal kecil yang kelihatannya sepele. Kadang bahkan kita merasa kuatir jangan-jangan kita lupa menguatirkan sesuatu.

Kekuatiran tentu saja dapat berakibat buruk ketika ia merebut ruang pengharapan kita, tetapi kekuatiran dapat juga merupakan sebuah hal yang baik untuk mengingatkan kita bahwa kita begitu rentan sehingga kita memerlukan orang lain dan juga memerlukan Tuhan.

Sudah banyak cerita tentang kekuatiran manusia terhadap masalah-masalah yang dihadapi, dan hal tersebut tidak ingin kuuraikan disini. Semua orang punya kisah kekuatirannya. Aku hanya ingin menceritakan kisah tentang seseorang yang tidak menguatirkan masalahnya melebihi kekuatirannya pada Tuhan. Sesungguhnya ia adalah orang yang begitu mencintai Tuhan, namun perjalanan hidupnya banyak diwarnai dengan airmata kesedihan dan kekecewaan.

Walaupun demikian, ia tidak pernah meragukan Tuhan. Ia justru begitu perhatian dengan berbagai hal yang terjadi disekitarnya bahkan dalam doanya ia selalu berkata, “Tuhan, ada begitu banyak orang yang sedang menderita, ada begitu banyak orang yang mengharapkan-Mu untuk segera menolongnya sekarang. Tuhan aku tidak memiliki apapun untuk membantu orang-orang itu, aku hanya punya doa dan seandainya ada yang boleh kuberikan maka biarlah aku memberi kesempatan agar Engkau menjawab doa-doa mereka terlebih dahulu. Aku masih bisa menunggu untuk setiap jawaban doaku. Tidak apa-apa, Tuhan, aku masih bisa menunggu karena aku yakin akan pemeliharaan-Mu”.

Menurutku, orang ini hebat sekali. Ia lebih mengutamakan orang lain dibanding dirinya sendiri padahal betapa banyak diantara kita yang selalu menuntut Tuhan bersegera menjawab doa kita?Aku jadi teringat cerita lainnya tentang seorang anak kecil yang bingung bagaimana Tuhan bisa menjawab semua doa yang dipanjatkan?

Memang baik bagi kita untuk tidak ‘ngerusuhin’ Tuhan dengan doa-doa kita, memang baik bagi kita untuk juga memperhatikan pergumulan orang-orang disekitar kita serta mendoakan mereka, tetapi janganlah kuatir untuk membawa kekuatiranmu kepada Tuhan. Ia tidak pernah sedemikian sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk mendengarkanmu. Bahkan seandainya semua waktu di dunia ini engkau gunakan untuk berbicara pada-Nya, Ia pun tidak pernah terlalu sibuk untuk mendengarkanmu.

Ketika kita sedang senang, Tuhan punya waktu untuk berbagi sukacita itu. Ketika kita sedih, Tuhan punya waktu untuk memberikan penguatan dan penghiburan. Ketika kita kuatir, Tuhan punya waktu untuk menenangkan dan menunjukan pengharapan. Ketika kita sibuk, Tuhan punya waktu untuk menyapa kita. Ketika kita sedang santai, Tuhan pun ingin berbagi sapaan hangat melalui ciptaan-Nya.

Aku sedang melewati hari yang tidak menyenangkan ketika tulisan ini dibuat, namun entah bagaimana kata-kata itu masuk kedalam pikiranku, “Aku sedang tidak terlalu sibuk…. Aku bisa dan mau mendengarkanmu..” Hmmm.. hebat! Betapa bahagianya mengetahui bahwa dalam situasi apa saja, Tuhan selalu memiliki banyak waktu untuk kita. Walaupun langit tidak selalu cerah, tetapi Ia yang menciptakan langit itu selalu tahu bahwa aku akan aman dalam lindungan-Nya.

Terima kasih, Tuhan, untuk waktu-Mu ^^

Jakarta, Januari 2010

Maaf bila menguatirkan-Mu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s