SAAT SEMUA PINTU TERTUTUP

Telah lama aku menangis
Meminta-Mu membukakan satu pintu untukku
Pintu yang dapat kumasuki ‘tuk berjaya
Menyatakan Kau-lah Tuhanku

Tetapi ‘ku tak sanggup menggerakkan hati-Mu
Saat Kau menutup pintu tak ada yang dapat membukanya
Sekalipun aku meraung-raung dan menangis tak henti
Serta berkata, ‘Bukankah Kau, Tuhanku?’

Sekarang aku kelu
Airmata kering menjadi isak tertahan
Seperti pengemis yang mengais pengasihan Tuhan-ku
Berharap Ia tak menolak aku

Dalam diam hatiku menjerit
Tuhan janganlah Kau lupakan aku
Tak Kau lihatkah aku telah lama menunggu di sini?
Janganlah Tuhanku membuang aku

Pintu-pintu yang ingin kulalui masih tertutup
Tuhanku, aku sudah tak mengharapkannya lagi
Namun jika Tuhanku tutup pintu hati Tuhan
Bagaimana aku menyangkali cinta ini?


Jakarta, 1 April 2010
The love of God sweet and marvelous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s