SIMPLY LOVE

Growing old but not retiring, for the battle still is on;
Going on without relenting till the final victory’s won. – Anon.

Kami tumbuh seperti anak-anak perempuan biasa lainnya. Sedikit sulit untuk mengakui bahwa kami saling menyayangi sebagai kakak dan adik, dan dalam banyak hal kami ‘berkompetisi’. Masuk ke sekolah berbeda, mengikuti organisasi berbeda, memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, bahkan walau sering menggunakan baju kembar tetapi selera berpakaian kami berbeda. Sebenarnya dalam berbagai hal kami tidak benar-benar berbeda, bahkan secara fisik kami seperti anak kembar, tetapi ego kami yang membuat kami tidak ingin disamakan. Kami ingin memiliki tempat yang unik di hati orangtua kami, bahkan di hati masyarakat tempat kami tumbuh.

Semakin besar, ‘kompetisi’ itu melebur menjadi kekaguman satu dengan yang lain. Adikku adalah perempuan yang luar biasa dengan kekayaan pengalaman berinteraksi dengan orang-orang yang sulit. Emosi yang biasanya sukar dikendalikan berubah menjadi empati yang besar dan keputusannya untuk berada di garis depan pelayanan merupakan kejutan yang mengharukan. Akupun tahu bahwa adikku mengasihiku, ia penggemar semua tulisanku dan tak sungkan untuk berbagi apa yang dapat dilakukan bagi sesama. Namun yang terpenting dari semua, adalah kemauan dan kemampuan untuk berbagi dan merasakan suka dan duka satu dengan yang lainnya walaupun kami berjauhan.

Bagaimanapun juga, seorang saudara perempuan adalah orang yang paling tepat untuk mempercayakan tawa dan airmata. Seorang saudara perempuan memiliki caranya sendiri untuk memberikan kekuatan dan penghiburan. Seorang saudara perempuan memahami dengan hati. Dan tentang adikku, ada yang tak pernah berubah sejak kami kecil. Ia selalu memberi dengan sepenuh hati. Mungkin bagi orang lain, pemberiannya terlalu kecil dan sederhana. Kadang-kadang membuat  tertawa. Tetapi bagi orang yang mengetahui kebesaran kasih dan doa tulus di balik setiap pemberian kecilnya, semuanya terlalu indah.

Kasih pada dasarnya adalah hal-hal sederhana yang dilakukan dengan sepenuh hati dan jiwa untuk kebaikan orang lain. Bahkan tak segan, menyediakan bahu memikul beban orang lain. Menjelang ulangtahunku kali ini, sebuah kejutan kecil telah diberikan oleh adikku. Dalam pikirku, ‘Anak ini gilaaa!’, tapi aku tak kuasa menolaknya karena aku dapat merasakan apa yang dirasakannya sebagaimana ia dapat merasakan apa yang aku rasakan. Kasihnya telah menyentuhku disaat aku mulai kehilangan pengharapanku.

Pergumulan terus berlanjut tetapi aku tahu bahwa tidak ada saat untuk menyerah dan mengasihani diri sendiri. Adikku ‘ada’ didekatku untuk menopangku, begitu juga dengan semua orang terkasih. Terima kasih Tuhan untuk keajaiban kasih di balik setiap hal-hal sederhana yang dilakukan semua orang untukku. Am growing old but not retiring till the final victory’s won!

Just before my birthday (“,)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s