Terkunci

Bukan suara gaduh di luar sana
Yang membuatku terus terjaga dan awas
Tetapi suara-suara dalam hatiku, Tuhan
Memaksaku mengunci diri di sini

Aku mendengar tangisan mereka yang lapar
Aku melihat orang-orang miskin dibodohi
Tetapi suara-suara ketakutanku lebih nyaring, Tuhan
Memaksaku mengunci diri di sini

Ketidakadilan merajalela
Aku buat standar-standar mahasuci
Tetapi ‘ku takut derita mereka mengotori putih hidupku
Memaksaku mengunci diri di sini

Hidupku dalam kenangan akan-Mu, Tuhan
Hidup seolah-olah Kau tak pernah bangkit dan menang
Jangan biarkan aku terus mengunci diri di gereja-Mu, Tuhan
Ajar aku menjangkau sesama


taken from VIA DOLOROSA

One thought on “Terkunci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s