CRISPY SPIRITUALITY

Seorang anak muda bertanya pada temannya, “Spiritualitas itu apa sih?”. Yang ditanya mengerutkan kening, terus balik bertanya, “Tidak ada pertanyaan yang lebih aneh? Waktunya gaul jangan dipakai PA dong!”. Pertanyaan balik ini tidak mengenakkan hati penanya pertama. “Salah pilih orang buat bertanya nih”, dalam hatinya ia berpikir, jangan-jangan temannya kurang cerdas. “Eh, walaupun aku bukan bang Tohom dan bukan mbak Worro, tapi aku tahu koq. Spiritualitas itu segala sesuatu yang berhubungan sama yang rohani, sama urusan gereja. Kamu rajin gereja, rajin PA, rajin saat teduh, rajin nongkrong di parkiran gereja, pokoknya semua yang ada kata gerejanya dan kamu aktif di situ berarti spiritualitasmu oke. Seperti akyuuu he..he..”.

Spiritualitas Kriukk..kriukkk…

Yup! Spiritualitas secara sederhana dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup kerohanian kita. Tetapi berbeda dengan ilustrasi di atas, hidup kerohanian itu seharusnya tidak terkungkung dalam lingkup gereja saja. Jika hidup kerohanian kita hanya dibatasi dalam lingkup gereja, dan disempitkan lagi dengan motto ‘dari, oleh dan selalu untuk kita! kita! kita!’, maka spiritualitas yang kita hadirkan tak lebih dari ‘crispy spirituality’.

Tentu saja tidak ada yang bisa menemukan istilah crispy spirituality dalam kamus teologi, apalagi dalam Alkitab.  Itu istilah saya untuk menggambarkan kehidupan kerohanian yang gurih, renyah, asyik, menggoda, tapi juga mudah retak, tidak bertahan lama, dan harus selalu disimpan dalam wadah yang tertutup agar tidak cepat melempem.

Saya tidak menemukan padanan kata yang tepat untuk istilah crispy spirituality yang saya kemukakan di atas, selain kata spiritualitas kriukk kriukkk. Suatu kondisi dimana hidup kerohanian kita tidak lebih dari cemilan. Kita senang dengan pelayanan-pelayanan sesaat, yang bunyinya asyik, yang bisa dipakai untuk mengisi waktu luang, yang membuat senang. Pelayanan-pelayanan tersebut hanya akan bertahan selama kondisinya menyenangkan, tidak sebaliknya. Lebih jauh dari itu, hidup kerohanian kita sama sekali tidak menjiwai seluruh aktivitas kita yang lain. Kita melempem, ketika diperhadapkan dengan relasi dengan sesama, persoalan cinta, uang, beban pekerjaan, pendidikan, dll.

Spiritualitas Nampol

Dunia selalu berusaha mengambil segala sesuatu yang terbaik dari kita, bahkan dengan cara yang rasional seperti tuntutan loyalitas pekerjaan yang menyerap seluruh energi tanpa ampun.

Tahukah kita, berbagai beban hidup dalam kemasan yang teramat baik, baik, buruk maupun teramat buruk, membuat banyak orang di luar sana sangat lapar akan kasih dan pengharapan. Bahkan beberapa menjadi beringas karena tidak pernah tersentuh oleh kasih. Padahal, di sini, kita adalah orang-orang yang berlimpah kasih dan pengharapan. Sayangnya, kita tidak pernah bisa menjawab kebutuhan sesama kita di luar sana selama kita hanya bisa menghadirkan spiritualitas dengan kualitas cemilan untuk diri kita sendiri.

Spiritualitas anak-anak muda Kristen yang dibutuhkan adalah spiritualitas yang nampol, yang bisa membuat mereka yang lapar akan kasih dan pengharapan itu ‘dikenyangkan’. Suatu hidup kerohanian yang sedemikian rupa sehingga seluruh aspek hidup kita dijiwai oleh kecintaan kita pada Tuhan dan kesediaan untuk tidak sekadar menikmati tetapi juga berbagi cinta Tuhan dengan sesama walaupun untuk itu kita harus bersedia memikul salib. Berat? pasti! Gagal? mungkin! Ditolak? bisa jadi! Tetapi ingat, walau dunia mengiming-imingkan kesuksesan, tetapi hanya satu yang Tuhan minta: tetap setia!

Menghidupi Spiritualitas di Meja Perjamuan

Kehidupan adalah sebuah meja perjamuan. Mereka yang membutuhkan jamuan kasih dan pengharapan menunggu undangan kita untuk duduk bersama. Sanggupkah kita berbagi dan berkata, “Marilah. Inilah hidupku dan kasihku. Kulakukan sebagai peringatan akan kasih Yesusku padaku dan kasihku pada Yesusku! Ambillah!”

Awal Maret 2011

Ditulis untuk buletin FHL Kompa GKIKB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s