Lagu Rindu untuk Tuhanku

Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN,

petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu,

aku hendak memegangnya sampai saat terakhir (Mazmur 119:33)

Aku selalu merindukan momen antara aku dan Tuhanku

Ketika IA berbicara dan aku mendengar, ketika aku berbicara dan IA mendengar

Atau ketika tak ada satupun yang berbicara, tetapi dalam diam kami mendengar

Aku tahu ada sesuatu antara aku dan IA

Hatiku telah memilih-Nya atau mungkin IA yang telah memilihku

 

Sejauh kakiku ingin berlari dari-Nya,

Sejauh itu pula hatiku berpaut kembali pada-Nya, hanya kepada-Nya

Karena dalam setiap tarikan nafasku kurasa cinta-Nya

Dalam denyut nadiku bergetar sayang-Nya

Pada-Nya tangisku, tawaku, gusarku, konyolku. Pada-Nya aku.

 

Aku terjatuh. Aku terluka.

Perjalanan menuju Dia dan bersama Dia tak selalu mudah

Saat pandanganku nanar, lututku goyah, dan tak mampu kumenatap ke depan

Kudengarkan Dia dengan hatiku, kurasakan Dia dalam lemahku

Cinta-Nya menuntunku, sayang-Nya kuatkanku

 

Aku selalu merindukan momen antara aku dan Tuhanku

Aku ada, aku tiada, selalu bersama IA yang ada

Sudah lama, sudah sangat lama, hatiku menjadi milik-Nya

Tak kuinginkan hati untuk berpaut, selain hati-Nya

Sampai saat terakhir nanti, aku milik-Nya.

 

George Sicillia

Jakarta, 9 April 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s