Hendrika Laeticia, Srikandi Kecil dari Keerom

Beberapa minggu ini saya sibuk sekali. Hidup saya dikelilingi banyak anak-anak hebat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan sangat terpaksa, saya harus memilah dan memilih apa saja yang bisa dan tidak bisa dikerjakan. Termasuk diantaranya, tidak mengutak-ngatik blog ini dulu. Tapi apa daya, saya tak bisa menahan diri untuk berbagi inspirasi dari adik yang satu ini.

Hendrika Laeticia, itu namanya. Gadis belia ini adalah salah satu peserta Lokakarya Partisipasi Anak yang berasal dari Keerom, Papua. Lokakarya itu sendiri diikuti oleh berbagai anak hebat dari berbagai daerah di Indonesia. Awalnya Hendrika tidak begitu menarik perhatian, ia hanya satu di antara anak-anak yang sangat aktif berpartisipasi menyampaikan pemikiran, pandangan serta ide-ide mereka. Hingga ia terpilih menjadi salah satu adik yang menjadi narasumber Talkshow Children as a Change Agents of Communities di @America, Pasific Place, Jakarta.

Di situ Hendrika menceritakan aktivitasnya di Forum Anak, wadah bagi anak-anak untuk berkumpul dan mengembangkan minat dan bakatnya. Hendrika yang gemar menari ini, juga bercerita tentang kegigihannya untuk bersekolah. Sekolah itu penting, katanya. Makanya, setiap hari Hendrika tak kenal lelah untuk menempuh 2-3 jam perjalanan menuju sekolah dan 2-3 jam perjalanan pulang dari sekolah dengan berjalan kaki. Kadang sudah sampai sekolah, gurunya tidak datang, dan mereka pulang lagi. Medannya tidak mudah, tapi Hendrika tak mengeluh, ia ingat nasihat ibunya, untuk berhasil manusia perlu belajar dan bertekun dari kesusahannya.

Sepulang sekolah, Hendrika biasanya beristirahat sebentar, setelah itu ia membantu orangtuanya melakukan pekerjaan membersihkan lahan coklat. Maksudnya adalah menjadi tenaga harian untuk membabat rumput dan tanaman liar yang ada di lahan/perkebunan coklat, pulangnya ia beristirahat dan belajar. Walaupun sadar bahwa anak-anak seusianya perlu dilindungi, namun Hendrika mengatakan bahwa membantu orangtua adalah keputusannya karena ia pun tak ingin orangtuanya bekerja sendiri.Hendrika mencoba belajar bertanggungjawab sebagai anak, prestasinya tak pernah menurun, selalu juara 1 di kelas.

Hendrika kecil menyadari bahwa ada banyak permasalahan di desanya, karena itu ia bergabung dengan Forum Anak Keerom membuat semacam perpustakaan kaget, walaupun tidak banyak peminat karena anak-anak cenderung lebih tertarik untuk bekerja. Ia sendiri memimpikan ada Forum Anak di desanya (area yang lebih kecil dari Keerom). Di Forum Anak Keerom, ia ingin menyuarakan permasalahan anak-anak dari desa Waris, desanya. Ia ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan di kampungnya itu. Ini yang menjadi motivasi gadis kecil dari Keerom yang bercita-cita jadi dokter.

Kisah perjuangan Hendrika untuk tetap sekolah, untuk menjadi solusi bagi permasalahan yang ia temukenali di kampungnya, telah menginspirasi banyak anak lainnya, untuk menghargai pendidikan, untuk tak kenal putus asa, untuk tak pernah berhenti bermimpi, untuk menjadi agen perubahan di daerahnya sendiri. Hendrika Laeticia juga telah menginspirasi saya bahkan membesarkan hati saya untuk berada dalam derap yang sama mewujudkan Indonesia yang layak anak. Bagaimana dengan Anda?

 

Jakarta, 6 Juli 2012

Cintaku untuk semua anak Indonesia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s