Aku Mengolok-olok DIA

Aku mengenakan jubah ungu pada-Nya

menjadikan IA lakon raja dalam kehidupanku

dan aku sutradaranya

 

Aku menganyam sebuah mahkota duri

dan menaruhkan di atas kepala-Nya

lewat tingkah ujarku yang bersalut dosa

kulukai Dia dengan manis

 

Aku memberi hormat kepada-Nya sambil tertawa:

“Salam, hai raja orang Yahudi!”

karena Ia lupa bahwa akulah raja dalam hidupku

dan itu menggelikan

 

Aku memukul kepala-Nya dengan buluh

dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya

agar Ia tahu aku yang memegang kendali atas hidupku

namun tetap bersikap manis setiap hari minggu di gereja

 

Ahhh, aku menarik lagi jubah ungu itu dari pada-Nya

pertunjukan tak selalu perlu lakon raja

sudah cukup kataku

 

AKU-kah itu?

 

—-

Tulisan lama dari bukuku ‘Via Dolorosa’ yang diposting kembali untuk menghayati Jumat Agung 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s