Renungan Natal: TAK PERNAH SENDIRI

“… dan mereka akan menamai Dia Imanuel” – yang berarti Allah menyertai kita. (Matius 1:23)

Baca: Matius 1:18-25

Salah satu hal yang sangat menyenangkan pada masa raya Natal adalah waktu bersama orang-orang terkasih – bersama keluarga maupun sahabat. Dalam kesibukan sepanjang tahun, kita berhenti sejenak untuk memberikan perhatian, bahkan pemberian, pada diri kita maupun mereka yang kita kasihi. Sangat menyenangkan. Mungkin karena itulah ada istilah warmth season. Namun sebaliknya, masa raya Natal juga dapat menjadi momen yang menyedihkan. Setidaknya bagi mereka yang berdukacita dan menjalani Natal pertama mereka tanpa orang terkasih, bagi mereka yang kehilangan kebebasan dan harus terpuruk di penjara, bagi mereka yang berjuang dengan sakit, bagi mereka yang berada di daerah konflik, ataupun bagi mereka yang terpuruk secara ekonomi. Mereka yang kehilangan kehangatan kasih yang sebelumnya ada. Mereka yang bertanya, apakah Natal masih milik mereka. Mereka yang merasa terpuruk sendiri.

Manusia memang terbatas, dan pada apa yang disebut sebagai batas itu, sering kita tidak tahu harus bagaimana menjalani kehidupan yang tak mudah. Syukurlah, karena kelahiran Yesus Kristus sesungguhnya menunjukkan bahwa Allah sendiri yang berinisiatif melampaui keterbatasan-keterbatasan manusia. Melampaui keterbatasan gadis muda bernama Maria. Melampaui pergumulan batin seorang lelaki muda bernama Yusuf. Kelahiran Yesus Kristus adalah tentang kasih karunia yang luar biasa. Perayaan, ibadah, waktu bersama orang terkasih, juga pemberian-pemberian memang hal yang menyenangkan di masa raya Natal, tetapi bukan segalanya. Dari kisah yang ditulis Matius, kita juga belajar tentang kerendahan hati untuk melakukan seperti yang Tuhan inginkan. Benar, kita terbatas. Tetapi Ia yang lahir adalah Yesus, yang menyelamatkan kita dari keterpurukan dosa. Ia yang lahir adalah Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita.

Apapun kondisi yang saat ini sedang kita hadapi, apapun situasi yang membuat masa raya Natal terasa berat untuk dijalani, ingatlah bahwa Natal ada karena Allah peduli pada kita. Allah menginisiasi penyelamatan kita dari dosa dengan segala keterbatasan yang ada pada kita. Percaya janji penyertaan-Nya seperti Maria dan Yusuf. Natal ini masih milik kita, kita tidak dibiarkan-Nya terpuruk sendirian, karena Dia adalah Imanuel – Allah yang selalu menyertai kita. (SL)

IMANUEL = ALLAH MENYERTAI ANDA DAN SAYA
IMANUEL = ALLAH MENYERTAI KITA

______

Tulisan saya ini dimuat di Renungan Lentera Jiwa tanggal 25 Desember 2013. Saya posting terlebih dahulu di sini karena berharap tulisan sederhana ini, atas perkenan Tuhan, bisa menolong mereka yang mengalami masa-masa sulit memasuki bulan Desember. Terutama untuk para sahabat yang untuk pertama kalinya melewati Natal tanpa orang terkasih. Doa saya untuk kalian semua. Yakinlah, Imanuel, Allah beserta kita dan kita tak pernah sendirian. Kuatkan hati, bersama kita sambut Sang Raja Damai!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s