Untuk remaja dan untuk kita: Jangan Jadi Generasi Cengeng

Saya menemukan potongan gambar artikel ini di laman Twitter. Judulnya “Words for Teenagers” atau“Nasehat untuk Remaja”. Saya pikir bisa menginspirasi para remaja atau siapa saja yang ingin memaknai hidupnya dengan karya. Memang kata-katanya agak keras, tetapi tujuannya baik koq. Jika kita ingin dunia yang lebih baik, kita jangan terlalu ‘lebay’, usaha dong! Saya suka dan saya menerjemahkannya untuk Anda!

Image

Rektor Universitas Northland, John Tapene, menyampaikan kalimat dari seorang hakim yang biasanya menangani persoalan anak-anak muda. “Kita selalu saja mendengar para remaja menggerutu, ‘memangnya kami bisa bikin apa? mana tempat untuk kami?'”

“Ini jawaban saya: pulanglah ke rumahmu, potong rumput di halaman, cuci jendela-jendela yang ada, belajarlah memasak, rakitlah hal yang berguna, cari sesuatu untuk dikerjakan, kunjungilah orang sakit, pelajari pelajaran sekolahmu dan setelah kamu selesai, mulailah membaca buku. Kotamu tidak berutang fasilitas rekreasi dan orangtuamu tidak berutang suka-sukanya kamu.

Bahkan dunia tidak berutang hidup kepadamu, kamulah yang berutang sesuatu kepada dunia. Kamu berutang waktu, energi dan bakat yang ada padamu agar di dunia ini tidak seorang pun perlu pergi berperang, atau ada dalam kesakitan dan merasa sendiri tak berkawan. Dengan kata lain, dewasakan diri, berhentilah jadi bayi yang cengeng, keluar dari dunia hayalanmu dan tegakkan punggungmu, jangan bermental keropos. Mulai menjadi orang yang bertanggung jawab. Kamu itu penting dan kamu itu dibutuhkan. Akan sangat terlambat untuk hanya duduk manis menanti suatu hari nanti seseorang akan melakukan sesuatu. Suatu hari itu adalah saat ini dan seseorang itu adalah kamu!”

Ingat lho, kamu itu penting dan dibutuhkan. Dunia tidak runtuh kalau keinginanmu tidak terpenuhi, tetapi dunia pasti semakin terbebani bila kamu patah semangat dan kerjanya cuma mengeluh. Oya, untuk beberapa adik remaja, saya sering mendengar kalian menyebut ‘rumah’ sebagai tempat yang tidak menyenangkan dan orangtua sebagai orang yang tidak memahami kalian sama sekali. Tetapi, pak John Tapane justru menasehati agar kamu mulai belajar dewasa dari rumahmu sendiri. Ada banyak hal yang bisa dikerjakan di rumah sebagai tempat terbaik pendewasaan dirimu. Ayo jadi generasi yang tangguh!

Semoga catatan ini bermanfaat ya. Semangat!

————————–

George Sicillia
Jakarta, 27 Desember 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s