My birthday wishes: KESEJAHTERAAN BAGI NEGERIKU

Hari ini hari ulangtahun saya. Dan seperti yang sudah-sudah, saya menyempatkan diri untuk membuat sedikit coretan di blog saya ini. Seperti yang sudah-sudah juga, saya harus mengakui bahwa rasanya seperti babak belur di tiap etape yang berhasil saya tapaki. Dengan sedikit catatan tambahan, babak belur tapi tidak kapok! Mengapa? Karena saya siap untuk hidup!

Image

I wish she is me in the household of life

Saya tahu, dalam banyak momen yang Tuhan ijinkan terjadi setahun terakhir ini, saya nyaris tak sanggup berbuat apa-apa. Apalagi, ketika yang dipertontonkan itu adalah kehancuran negeri saya. Alamnya. Manusianya. Mimpi-mimpinya. Tubuh kecil saya membuat saya kerap tak dianggap, tapi saya tidak peduli. Kemanapun arak-arakan yang memperjuangkan kehidupan bergerak, saya berusaha ada di sana. Orang boleh tidak melihat saya, tapi Tuhan saya melihat saya, melihat kerinduan hati saya untuk negeri yang saya cintai ini.

Hal menarik yang boleh saya pahami adalah saya tidak sendiri. Saya bertemu dengan orang-orang, di dalam dan di luar pemerintahan, di dalam dan di luar lembaga gereja, di keseharian yang tak melembaga. Mereka tidak selalu ada dalam posisi-posisi strategis untuk membuat suatu perubahan, tapi saya belajar dari mereka tentang ketekunan dan kesetiaan mengerjakan apa yang baik bagi negeri ini. Tidak semata mengalir laksana air, tetapi air yang tahu kemana ia harus mengalir. Kehidupan masih berdetak di jiwanya. Dan dalam setiap perjumpaan-perjumpaan yang kerap tak disengaja itu, saya tahu bahwa negeri ini punya harapan. Harapan yang saya rindukan yaitu agar negeri ini, bumi ini, menjadi tempat yang layak bagi kehidupan.

Tentu saja, harapan itu mungkin tak bisa terwujud semudah membalikkan telapak tangan. Memang Tuhan saya pastinya bisa melakukan itu, tapi saya yakin Ia menghendaki orang-orang yang mencintai kehidupan untuk berpeluh dan dalam peluhnya menemukan berkat-berkat yang telah Ia sediakan untuk mereka saat bercengkerama dengan sesama dan alam ciptaan-Nya.

Hari ini ulangtahun saya. Hari ini juga, pestanya rakyat negeri saya untuk menentukan wakil-wakilnya di lembaga tinggi negara. Saya juga ada dalam pesta ini. Memang sajiannya kurang memuaskan, penuh trouble-makers dan track-record mereka dipenuhi janji-janji palsu, tapi mari berharap pun terselip di sana segelintir mereka yang mencintai hidup dan mau berjuang untuk merawat kehidupan. Dan jika memang perlu untuk memurnikan tiap mereka, ‘hajarlah’ mereka Tuhan! Tarik mereka seperti Engkau menarik Yunus dari pelariannya, dudukkan lagi untuk maksud yang Kau mau.

Dan di lini belakang, mungkin yang paling belakang, ada saya. Kadang setengah berlari, kadang harus merangkak, lebih sering jatuh dan terluka, tapi tapak-tapak kecil saya akan tetap ada di jalan itu. Jalan yang memperjuangkan dan merawat kehidupan. Saya mengimani, suatu saat nanti Tuhan ijinkan saya melihat negeri yang saya cintai ini, alamnya, manusianya, bersejahtera.

Jakarta, 9 April 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s